Operasi yang Dioptimalkan | | Waktu baca 6 menit

Mengotomatisasi Proses yang Bermasalah Hanya Membuat Kesalahan yang Sama Terjadi Lebih Cepat

Ditulis oleh

Proses yang tidak berjalan dengan baik tidak selalu membutuhkan teknologi baru, tetapi perlu diperbaiki terlebih dahulu. Ini adalah percakapan yang sering saya lakukan dengan para pemilik bisnis yang telah menginvestasikan biaya besar untuk otomatisasi, namun masih bertanya-tanya mengapa tidak ada perubahan yang signifikan. Sistem bekerja sesuai dengan cara pembuatannya. Masalah sebenarnya terletak pada proses yang dijalankan oleh sistem tersebut.

Black bars at a window with peeling painted walls

Mitos yang Perlu Dipertanyakan

Ada anggapan yang sering menjadi dasar banyak proyek otomatisasi: serahkan suatu proses kepada teknologi, maka proses tersebut akan otomatis menjadi lebih baik.

Pada kenyataannya, tidak demikian. Teknologi tidak memahami mana yang baik atau buruk. Teknologi hanya menjalankan apa pun yang diberikan kepadanya, dengan lebih cepat dan lebih konsisten dibandingkan manusia. Jika alur kerja yang mendasarinya sudah tidak konsisten, kurang dipahami, atau dipenuhi langkah-langkah yang tidak perlu, otomatisasi tidak akan menghilangkan masalah tersebut. Justru sebaliknya, otomatisasi dapat memperbesar dampaknya. Kesalahan yang sebelumnya terjadi sesekali kini dapat terjadi lebih cepat dan lebih sering, serta berlangsung di dalam sistem yang jarang dipertanyakan karena tampilannya terlihat rapi dan profesional.

Saya pernah berdiskusi dengan tim operasional yang memandangi dashboard berisi laporan kesalahan yang tersaji dengan sangat baik, namun tetap kebingungan mengapa angkanya tidak sesuai. Automasi telah bekerja dengan sempurna. Yang bermasalah adalah proses yang diotomatisasi sejak awal.

Apa yang Terjadi Saat Tahap Perancangan Ulang Dilewatkan

Ini adalah pola yang paling sering saya temui. Sebuah bisnis menemukan hambatan dalam operasionalnya. Bisa berupa input data manual, proses persetujuan yang lambat, atau laporan yang tidak konsisten. Kemudian muncul saran yang terdengar masuk akal: mari kita otomatisasi.

Masalahnya, tidak ada yang berhenti sejenak untuk bertanya mengapa proses tersebut berjalan seperti itu sejak awal. Tidak ada yang benar-benar memetakan bagaimana pekerjaan berlangsung di lapangan dibandingkan dengan asumsi yang dimiliki setiap orang. Tidak ada yang mempertanyakan langkah-langkah yang masih dipertahankan hanya karena "selalu dilakukan seperti itu".

Akhirnya, otomatisasi dibangun di atas proses yang ada saat ini, lengkap dengan semua kekurangannya. Enam bulan kemudian, kesalahan yang sama masih terus terjadi. Bedanya, kini kesalahan tersebut terjadi lebih cepat dan lebih sulit terdeteksi karena tidak ada yang mengawasi mesin seperti mereka mengawasi manusia.

Tim menjadi frustrasi, pihak manajemen mulai mempertanyakan nilai investasi yang telah dikeluarkan, dan akar masalah yang sebenarnya, yaitu proses itu sendiri, tetap tidak tersentuh di balik lapisan teknologi yang tampak semakin canggih.

Di Mana Nilai Sebenarnya Berada

Pemetaan proses mungkin bukan bagian paling menarik dari sebuah proyek. Topik ini jarang mendapat sorotan dalam presentasi atau proposal, namun justru di sinilah banyak wawasan penting ditemukan.

Ketika Anda meluangkan waktu untuk memahami bagaimana pekerjaan benar-benar berjalan dalam sebuah bisnis, serta berbicara dengan orang-orang yang menjalankannya setiap hari, Anda akan menemukan berbagai hal yang tidak akan terungkap hanya dengan teknologi atau kode yang canggih. Ada langkah-langkah yang dilakukan hanya karena kebiasaan, persetujuan yang sebenarnya saling tumpang tindih, hingga proses serah terima yang selalu menyebabkan hilangnya informasi. Bukan karena sistem gagal, tetapi karena tidak ada pihak yang benar-benar memiliki tanggung jawab atas bagian proses tersebut.

Keterlibatan para pemangku kepentingan sering kali jauh lebih penting daripada yang dibayangkan banyak bisnis. Orang-orang yang bekerja langsung dengan alur kerja sehari-hari biasanya sudah mengetahui dengan tepat di mana masalah terjadi. Sayangnya, mereka sering kali tidak pernah benar-benar diajak berdiskusi atau masukan mereka terabaikan karena fokus langsung beralih ke solusi teknologi.

Inilah pekerjaan yang seharusnya dilakukan sebelum satu baris automasi pun dibuat. Bukan karena proses ini menyenangkan, tetapi karena langkah inilah yang menentukan apakah otomatisasi nantinya benar-benar memberikan solusi atau hanya memindahkan masalah ke tempat yang berbeda.

Rancang Ulang Terlebih Dahulu, Baru Otomatisasi

Bisnis yang berhasil mendapatkan manfaat nyata dari otomatisasi bukanlah mereka yang selalu menggunakan teknologi paling canggih. Mereka adalah bisnis yang bersedia melakukan pekerjaan dasar yang sering kali kurang menarik. Mereka memetakan proses yang ada, menghilangkan langkah-langkah yang tidak memberikan nilai tambah, dan mempertanyakan asumsi-asumsi yang selama bertahun-tahun tidak pernah ditinjau ulang. Setelah itu barulah mereka menerapkan teknologi, sehingga teknologi tersebut memperkuat sesuatu yang memang layak untuk dikembangkan.

Di situlah letak perbedaannya. Otomatisasi yang diterapkan pada proses yang sederhana, terstruktur, dan dipahami dengan baik akan memperkuat setiap perbaikan yang telah dilakukan. Sebaliknya, otomatisasi yang diterapkan pada proses yang bermasalah hanya akan mempercepat dan memperbesar dampak dari masalah tersebut. Urutan langkahnya jauh lebih penting daripada alat yang digunakan.

Sebelum Menyetujui Proyek Otomatisasi Berikutnya

Jangan memulai dengan membahas teknologi.

Mulailah dengan memahami seperti apa proses yang sebenarnya terjadi saat ini, bukan seperti yang Anda bayangkan. Bicaralah dengan orang-orang yang menjalankan pekerjaan tersebut setiap hari. Petakan setiap langkah, setiap proses serah terima, serta setiap persetujuan yang diperlukan. Kemudian tanyakan dengan jujur apakah semuanya masih memiliki alasan untuk dipertahankan.

Hilangkan langkah yang tidak diperlukan. Sederhanakan proses yang tersisa. Setelah itu, barulah terapkan sistem yang dapat menjalankannya dengan lebih cepat.

Kesalahan yang terjadi lebih cepat tetaplah sebuah kesalahan. Bisnis yang berhasil memperoleh keuntungan nyata dari otomatisasi memahami bahwa kecepatan hanya bermanfaat ketika proses yang dipercepat memang sudah berjalan dengan benar.

Perbaiki prosesnya terlebih dahulu, lalu biarkan teknologi melakukan apa yang memang paling baik dilakukan olehnya.

Share

LinkedIn Facebook X


Hubungi Kami

Pelajari bagaimana Reuben Digital dapat mengubah bisnis Anda

info@reubendigital.co.uk
+44 (0) 1793 861443